(0)![]()
Analisis pertandingan antara Norway dan Iraq
Setelah hampir tiga dekade absen dari panggung Piala Dunia, Norwegia akhirnya kembali dengan cara yang mengesankan melalui kampanye kualifikasi yang sangat meyakinkan. Meskipun belum dianggap sejajar dengan kandidat juara utama seperti Prancis, Inggris, atau Spanyol, wakil Eropa Utara ini tetap dipandang sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Kekuatan terbesar Norwegia tentu saja berasal dari Erling Haaland, yang saat ini dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Namun, tim asuhan Stale Solbakken tidak hanya bergantung pada bintang Manchester City tersebut. Mereka juga memiliki sejumlah pemain berkualitas seperti Alexander Sorloth, Jorgen Strand Larsen, dan playmaker Martin Odegaard. Selain itu, kreativitas Oscar Bobb serta pengalaman Sander Berge turut memberikan keseimbangan dan daya saing yang tinggi bagi tim.
Dengan banyak pemain yang sedang berada di puncak performa karier mereka, Norwegia diharapkan mampu menghadirkan warna baru dalam turnamen tahun ini. Di sisi lain, Irak harus melalui perjalanan yang tidak mudah untuk mencapai Piala Dunia. Wakil Asia Barat tersebut menghadapi berbagai kendala saat memasuki Amerika Serikat, termasuk Aymen Hussein yang harus menunggu berjam-jam di bandara dan beberapa anggota media yang tidak mendapatkan izin masuk.
Dari segi performa, Irak bukan lawan yang bisa diremehkan setelah meraih lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam sepuluh pertandingan terakhir. Namun, Norwegia tampil lebih mengesankan dengan enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya satu kekalahan, yaitu saat menghadapi Belanda dalam laga persahabatan.
Menghadapi lawan yang memiliki lini serang sangat kuat, Irak kemungkinan akan bermain lebih defensif untuk memperkecil ruang gerak lawan. Meski demikian, jika Haaland dan rekan-rekannya mendapatkan cukup kesempatan untuk mengembangkan permainan menyerang mereka, Norwegia berpeluang besar mendominasi pertandingan dan meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka.
